MEDIA AND SOCIETY

A FRAME OF REFERENCE FOR CONNECTING MEDIA WITH SOCIETY

 Media massa diungkap dalam beberpa cara diantara “kenyataan” dan persepsi dan pengetahuan kita yang menunjukkan sejumlah proses spesifik dalam tingkatan analisis yang berbeda.
 Model Westley dan McLean (1957) memberikan beberapa elemen tambahan yang dibutuhkan untuk kerangka rujukan yang lebih detail.
 Yang paling penting adalah bahwa media dicari oleh pendukung institusional sebagai saluran untuk mencapai publik umum (atau kelompok terpilih) dan untuk menyampaikan perspektif yang mereka pilih pada kejadian dan kondisi tertentu.
 Digunakan untuk bersaing dalam bidang politik dan pemerintahan, pengiklan, pemuka agama, para pemikir, penulis, artis, dsb.
 Kita diingatkan bahwa pengalaman selalu dimediasi oleh institusi masyarakat (termasuk keluarga) dan apa yang telah terjadi merupakan mediator baru (komunikasi massa) yang bisa ditingkatkan, bisa bersaing, menggantikan atau bahkan melawan usaha institusi sosial.
 Media massa sering bertindak sebagai agen dari sumber–sumber lain.
 Gambaran paling sederhana dari proses “dua arah” (atau ganda) dari hubungan termediasi dengan kenyataan sangatlah rumit karena media massa benar–benar merupakan agen bebas dalam mewujudkan ketenangan masyarakat.
 Media massa merupakan subyek untuk kontrol formal dan informal oleh institusi yang mempunyai ketertarikan dalam membentuk persepsi kenyataan publik mereka sendiri.
 Media adalah institusi yang mempunyai tujuan, peraturan, konvensi dan mekanisme kontrol.
 Obyektivitas media kadang tidak sesuai dengan tujuan utama masyarakat.
 Media menyediakan informasi, gambar, cerita dan kesan, kadang sesuai dengan kebutuhan audiens, kadang mengutamakan tujuan pribadi (memperoleh keuntungan atau pengaruh), dan kadang mengikuti motivasi institusi sosial lainnya (iklan, melakukan propaganda, membuat gambar yang bagus, mengirim informasi).
 Membedakan motivasi mendasar dalam pemilihan dan arus “gambaran kenyataan”, kita dapat melihat bahwa mediasi mungkin merupakan proses yang sangat netral.
 “Kenyataan” akan selalu dipilih dan dibangun dan akan ada bias konsisten tertentu.
 Hal tersebut menggambarkan perbedaan kesempatan yang ada untuk memperoleh akses media dan juga mempengaruhi “pikiran media” dalam mengkonstruksikan kenyataan.


Types of Media Society Theory
 Terdapat tiga tipe utama teori tentang media dan masyarakat dapat digolongkan:
1. Teori makro yang berisi tentang hubungan antara media dengan institusi sosial lainnya, dimana menitik beratkan pada keberadaan media yang berdiri sendiri.
2. Teori yang memfokuskan pada institusi dan organisasi media dan bagaimana mereka mengintepretasi dan membawa tugas yang telah diberikan/dipilih, khususnya pada kondisi perubahan teknologi dan kompetisi untuk sumberdaya dan dukungan.
3. Teori yang memfokuskan pada perspektif dan kebutuhan dari audiens serta konsekuensi dari penggunaan media untuk memperoleh pengalaman sosial.
 Ketiga teori diatas tidak terpisah secara jelas, tapi dapat tumpang tindih satu sama lain. Sebelum menjelaskan teori-teori yang ada, penting untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi pada ’abad pertama komunikasi massa’.

MAIN ISSUES FOR MEDIA THEORY: (I): POWER AND INEQUALITY

 Media secara konstan berhubungan dengan struktur kekuatan politik dan ekonomi dalam beberapa cara.
 Pertama, media mempunyai nilai dan biaya ekonomi, merupakan sebuah objek dari kompetisi untuk kontrol dan akses.
 Kedua, media merupakan subjek dari peraturan politik, ekonomi dan hukum. Ketiga, media secara umum dipandang sebagai instrumen kekuasaan yang efektif, dengan kapasitas potensial untuk menyebarkan pengaruh dalam berbagai cara.
 Dalam mendiskusikan kekuatan media, ada dua model yang saling bertolak belakang, yaitu model media dominan dan media pluralis.

MAIN ISSUES FOR MEDIA THEORY: (II) : SOCIAL INTEGRATION AND IDENTITY

A Dual Perspective on Media
 Media sering diasosiasikan dengan masalah–masalah urbanisasi yang cepat, mobilitas sosial dan penurunan komunitas tradisional.
 Mereka juga dihubungkan dengan dislokasi sosial dan peningkatan individu yang tidak bermoral.
 Kejahatan dan penyimpangan media membawa pesan tentang apa yang baru dan fashionable dalam hal barang konsumsi, ide, teknik dan nilai dari kota ke desa dan dari kelas sosial atas ke bawah.
 Media juga membantu menyatukan individu menjadi audiens dalam skala besar atau pendatang yang menyatu dengan komunitas urban dengan menyediakan seperangkat nilai, ide, dan informasi yang sama serta membantu membentuk identitas.
 Posisi media sepertinya sangat berbeda satu sama lain, yang satu cenderung centifugal dan yang satunya centipetal.
 Keduanya bekerja pada saat yang sama, yang satu mengkompensasaikan beberapa kandungan dari yang lain.
Ambivalence about Social Integration
 Dua pertanyaan utama yang muncul untuk teori dan penelitian dapat dikelompokkan menjadi dua dimensi orthogonal.
 Dimensi yang pertama merujuk pada arah dari efek apakah itu centrifugal atau centripetal.
 Centrifugal merujuk pada stimulus melalui perubahan sosial, kebebasan, individualisasi dan fragmentasi.
 Sedangkan centripetal merujuk pada efek dalam bentuk kesatuan sosial, order, kohesi dan integrasi.
 Dimensi yang kedua dapat dijelaskan sebagai normative, khususnya pada penilaian terhadap dua tendesi yang saling bertolak belakang pada kerja media massa
 Centrifugal dan centripetal memiliki dimensi evaluasi sendiri, sehingga efeknya terdapat empat posisi teoretis yang berbeda berkaitan dengan integrasi sosial, yaitu :
1. Kebebasan, perbedaan. Efek positif dari centrifugal, menyebabkan kebebasan, mobilitas dan modernisasi.
2. Integrasi, solidaritas. Efek positif dari centripetal, menyebabkan integrasi dan kohesi fungsi media
3. Tanpa norma, kehilangan identitas. Pandangan negatif dari perubahan dan individualisasi menitikberatkan pada isolasi individu dan hilangnya kohesi sosial.
4. Dominasi, keseragaman. Masyarakat dapat terlalu terintegrasi dan terlalu beraturan, mengarah pada kontrol pusat dan konformitas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s