SOCIAL RELATIONSHIP AND NETWORK WITHIN ORGANIZATION

COMMUNITY OF PRACTICE
Communities of practices, sebuah komunitas informal di mana para anggotanya berasal dari bidang yang sama. Lintas informasi pada komunitas semacam ini sangat penting dalam dunia inovasi. Kadang pertukaran informasi terjadi lebih cepat dan lebih padat pada komunitas semacam itu dibanding melalui hirarki perusahaan. Perusahaan yang inovatif hendaknya jangan melupakan pentingnya communities of practices ini. Karena itu, perusahaan yang memutuskan untuk menciptakan unit bisnis yang terpisah untuk berinovasi hendaknya tetap menjalin komunikasi yang intens dengan unit bisnis tersebut. Dengan membangun hubungan komunikasi tersebut secara kontiniu diharapkan pengetahuan tersebut tidak sampai mengalir keluar.
Perusahaan juga bisa berusaha membangun communities of practices tersebut secara sengaja di dalam perusahaannya. Diskusi-diskusi bisa dijadwalkan, baik dengan tatap muka atau melalui forum elektronik. Mengingat pentingnya komunitas seperti ini, perusahaan jangan pernah melupakan pentingnya aspek sosial dari informasi dan pengetahuan. Informasi dan pengetahuan tidaklah berpindah tempat begitu saja seperti uang kertas. Agar mereka bisa hidup dan berkembang di tempat baru, informasi dan pengatahuan harus disemai di dalam komunitas di mana semua anggotanya saling mengenal.


Karena itu, ketika kita berbicara mengenai pengetahuan, atau inovasi, atau strategi perusahaan, kita juga berbicara mengenai manusia-manusia yang hidupnya dipengaruhi oleh hal-hal tersebut.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa communities of practices merupakan kemampuan individu pada organisasi untuk mentransfer knowledge yang dimiliki kepada timnya. Atau adanya pertukaran informasi antara satu orang dengan orang yang lain dalam satu kelompok.
Contoh dari Communities of practice :
Dalam suatu organisasi, misalnya pada departemen komunikasi UNAIR, anggota organisasi tersebut terdiri dari berbagai macam jabatan baik struktural maupun fungsional. Contoh yang diambil dalam hal ini adalah ketika dosen-dosen dalam jurusan komunikasi ingin menyusun materi tentang perkuliahan. Dosen-dosen tersebut akan membentuk suatu peer group atau team yang beranggotakan dosen-dosen dengan keahlian dalam mata kuliah tersebut. Kemudian dalam tiap kelompok akan dipimpin oleh satu dosen yang bertindak sebagai dosen PJMK. Team tersebut disusun dikarenakan akan lebih efektif dalam melakukan pemahaman materi dan penyusunan materi baru dengan cara yang lebih efektif,karena dalam kelompok tersebut terjadi transfer ilmu dari satu dosen ke dosen yang lain dalam setiap kelompoknya.
Ketika dalam suatu perusahaan, pada perusahaan tersebut selalu terdapat divisi-divisi tertentu yang memiliki pembagian kerja yang sesuai dengan job desc masing-masing. Ketika terdapat problem atau permasalahan. Maka sebaiknya tiap-tiap divisi mengadakan rapat terlebih dahulu dengan tiap-tiap anggota tim yang ada dalam divisi tersebut, kemudian dari hasil rapat yang diselesaikan pada tingkat fungsiona tim hasilnya akan diberikan atau dirapatkan kembali pada tingkatn struktural. Sehingga akan terjadi transfer ilmu yang efektif.

NETWORK ORGANIZATION
Network organization adalah sebuah perusahaan atau kelompok perusahaan yang memiliki struktur formal minimum dan bergantung hanya pada pembentukan dan pembubaran tim untuk memenuhi tujuan tertentu. Sebuah organisasi jaringan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara luas, dan memanfaatkan pengetahuan dan dalam perusahaan di sepanjang rantai nilai. (dictionary.bnet.com)
Network organization terdiri dari dua atau lebih unit-unit organisasi dari berbagai organisasi yang terlibat dalam jangka panjang dan hubungan formal. Hubungan dalam Network organization secara global berada dalam lingkup dan jangkauan. Tujuan khas Network organization secara keseluruhan adalah untuk menyatukan sumber daya yang dikendalikan oleh organisasi yang berbeda untuk membuat organisasi baru dan lebih kuat, lebih siap untuk pasar baru, teknologi baru atau layanan yang baru.
Network organization biasanya muncul dari hubungan antara individu-individu atau kelompok individu, bukan dari struktur organisasi formal. Berbeda dengan jaringan mendadak dibahas dalam kaitannya dengan individu, namun, beberapa dimensi dari kehidupan organisasi jaringan – misalnya, otoritas yang sah, strateginya, dan visi – yang ditentukan dan diberlakukan oleh manajemen dan tercermin dalam bagan organisasi dan kontrak resmi. Dengan kata lain, sebagai jaringan formal, sifat yang muncul biasanya terdapat dalam kerangka yang lebih sempit kontrol. Namun, dibandingkan dengan hirarki organisasi tradisional, Network organization sangat fleksibel

INTERORGANIZATIONAL RELATIONSHIP

Menurut identifikasi yang dilakukan oleh Eric Eisenberg dan rekannya, dua jenis hubungan interorganizational: material dan informasi. Material mengacu pada sesuatu yang tangible atau dapat terlihat (uang, barang, dan personil); informasi yang mengacu pada pertukaran simbolik (data, ide, goodwill). Selain itu mereka juga menemukan bahwa terdapat tiga tingkatan hubungan: institutional, representative, and personal.
Institutional. Hubungan institusional mengacu pada pertukaran informasi atau materi antara organisasi tanpa keterlibatan peran organisasi tertentu atau kepribadian, misalnya data rutin transfer antar bank. Walaupun beberapa studi memperlakukan pertukaran kelembagaan secara eksplisit, seperti pertukaran – di mana transaksi terjadi secara otomatis – adalah sangat penting dalam organisasi kontemporer. Di beberapa negara, tax authorities misalnya, sudah dapat ‘mengatakan’ mengenai pendapatan seseorang secara otomatis.
Representative. Ketika perwakilan resmi dari salah satu organisasi yang memiliki kontak dengan perwakilan resmi dari organisasi lain, misalnya saja untuk melakukan negosiasi. Perwakilan tersebut telah diteliti dalam hal batasan perannya(bounday roles) sebagai tuan rumah atau keanggotaan yang sifatnya tumpang tindih. Boundary roles ditempati oleh orang-orang yang mewakili organisasi untuk lingkungannya, begitu pula di organisasi-organisasi lain. Mereka berperan penting dalam komunikasi dengan orgaisasi lain dalam membina kerjasama. Jadi orang tersebut bertugas untuk Memfilter input dan output, mencari dan mengumpulkan informasi, mewakili organisasi konstituen eksternal, dan melindungi organisasi dengan penyangga dari ancaman dan tekanan eksternal. Misalnya saja seorang PR atau Humas, merekalah yang merepresentasikan sebuah organisasi kepada para media.
Personal. Hubungan personal terjadi ketika seorang individu dari satu organisasi tidak dalam kapasitas menjadi perwakilan organisasinya. Contohnya saja bila ada dua orang dari dua organisasi pemasaran yang berbeda saling kenal satu sama lain melalui asosiasi profesional bersosialisasi atau dalam bertukar pikiran. Tampaknya hubungan pribadi walaupun terasa kurang penting dibanding dengan hubungan resmi, namun justru hubungan komunikasi secara informal dan niat baik dalam komunitas bisnis sangat menentukan hubungan interorganizational dapat terbangun dengan baik dan lancar.

Sumber:
http://www.itpin.com/blog/index.php?paged=2&s=kelompok
http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/Seminar-MIS/2004/61/61_
11_Virtualness_Knowledge_23-12-2004_Griffith.pdf
http://www.dictionary.bnet.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s