RESENT RESEARCH ON POPULAR CULTURE

• Sekelompok peneliti meneliti tentang popular culture dengan mengadaptasi beberapa teori dan metode penelitian untuk mempelajari bermacam-macam bentuk dari popular culture. Mereka menekankan pada media televise sebagai media terbesar dalam era tersebut.
• Horace Newcomb menulis buku The Most Popular Art (1976), isinya antara lain : (1) isi media terutama program televisi lebih kompleks daripada apa yang terlihat di permukaan. Banyak hal yang muncul mulai dari level makna yang berbeda hingga makna yang ambigu. (2) interpretasi khalayak atas isi media itu bermacam-macam.

MEDIA AS CULTURE INDUSTRIES
• Critical cultural studies mencoba meneliti apa yang terjadi jika media massa memproduksi programnya dan mendistribusikannya di masyarakat dan dibandingkan dengan adanya budaya lokal masyarakat. Dari sini dapat dilihat bahwa media memproduksi dan mendistribusi budaya di masyarakat.


• Para elit dan pengusaha menggunakan media untuk memasukkan budaya baru yang ada di masyarakat dengan cara mencampurkannya dengan budaya yang ada dimasyarakat.
• Dalam The Media Are American (1977) Jeremy Tunstall menyajikan sebuah deskripsi bagaimana para pengusaha media mendistribusikan budaya media kepada masyarakat, sekaligus memaparkan kesuksesan media dalam dunia internasional. Tin Pan Alley juga menampilkan sebuah model tentang distribusi budaya oleh media yang akhirnya dijadikan contoh oleh industri lainnya.
• Konsekuensi dengan mencampur aduk media masyarakat yang ada di masyarakat dengan budaya yang dibawa oleh media antara lain :
1. ketika budaya asli masyarakat dikemas ulang oleh media, maka ada elemen-elemen yang terlupakan dan tidak jarang itu adalah elemen yang penting.
2. dalam proses pengemasan ulang itu ada hal-hal yang didramatisasi, sehingga ada hal-hal yang dilebih-lebihkan dan ada yang terabaikan. Hal ini ditujukan untuk menarik perhatian khalayak.

3. proses produksi dan distribusi dari budaya itu memungkinkan pemaksaan dan pengacauan budaya di masyarakat dan kehidupan sehari-hari.
4. para elit dan pengusaha seringkali mengabaikan konsekuensi dari pekerjaan mereka. Hal ini terlihat dari ketidakpedulian mereka atas efek negatif dari produk mereka terhadap khalayak.
5. kekacauan yang ditimbulkan oleh media tidak jarak terkesan sangat halus dan membahayakan, bahkan berdampak dalam waktu yang lama. Kekacauan itu bisa di bidang kehidupan sosial hingga institusi sosial ata mikroskopis hingga makroskopis.

ADVERTISING : THE ULTIMATE CULTURAL COMODITY
• Iklan dipandang sebagai komoditas budaya yang paling penting. Hal in dikarenakan media berusaha untuk mementingkan kepentingan dari para klien yang mengiklankan produknya daripada para khalayaknya. Hal ini membuat para pembuat iklan secara langsung atau tidak, sadar atau tidak telah berusaha memmasukkan budaya baru di masyarakat berupa pemaksaan dan pengacauan rutinitas berbelanja dan keputusan membeli.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s