MAINTAINING INTIMATE RELATIONSHIP

DEFINING RELATIONAL MAINTENANCE
Menurut Dinda dan Canary (1993), ada empat pengertian umum dari relational maintenance. Pertama, relational maintenance melibatkan cara mempertahankan sebuah hubungan yang sudah ada. Kedua, relational maintenance melibatkan cara mempertahankan sebuah hubungan dalam kondisi atau bentuk tertentu, atau dalam level keintiman yang stabil, jadi statusquo-nya bisa dipertahankan. Ketiga, relational maintenance melibatkan cara mempertahankan sebuah hubungan dalam kondisi yang saling menguntungkan/memuaskan kedua belah pihak. Keempat, melibatkan cara mempertahankan sebuah hubungan yang sedang dalam proses perbaikan. Secara garis besar, relational maintenance adalah cara mempertahankan sebuah hubungan dalam taraf yang diharapkan.

BEHAVIOR USED TO MAINTAIN RELATIONSHIP
Types of Maintenance Behaviors


Ayers (1983) menemukan tiga strategi utama untuk mempertahankan hubungan dalam derajat keintiman tertentu:
• Avoidance
Menghindari berbicara atau beraktifitas yang dapat mengubah hubungan
• Balance
Saling berperilaku baik dan mendukung secara emosional
• Directness
Secara langsung menyampaikan pada yang bersangkutan mengenai keinginan untuk mempertahankan hubungan
Dindia (1989) meneliti strategi mempertahankan hubungan pada pasangan yang sudah menikah. Ada tiga strategi umum yang dia temukan:
• Prosocial
Perilaku-perilaku yang positif dalam sebuah hubungan
• Romantic
Perilaku yang menunjukkan rasa sayang, sikap spontan, dan kesenangan
• Antisocial
Perilaku yang koersif, seperti memanipulasi atau mengontrol pasangan
Strategic and Routine Maintenance Behaviors
Strategic maintenance meliputi perilaku yang secara sengaja dimaksudkan untuk mempertahankan hubungan. Routine behavior adalah perilaku yang disengaja dan kurang mengedepankan strategi.
Effects of Maintenance Behaviour
Semakin sering sebuah pasangan menerapkan maintenance behaviour, maka hubungan mereka akan semakin baik. Pasangan tersebut juga merasa lebih puas dengan hubungannya. Strategi prosocial seperti postivity, assurance, openness, task sharing, joint activities, dan social network terbukti mempengaruhi hubungan.
• Postivity adalah perilaku yang ceria dan optimistik, juga suka memuji dan menyemangati pasangan.
• Assurances adalah perilaku eksplisit yang menunjukkan seberapa besar cinta atau kepedulian mereka kepada pasangannya
• Joint activities dapat meningkatkan perasaan akan kesamaan dan kebersamaan
• Task sharing adalah pembagian tugas kepada pasangan secara adil
• Social nework adalah menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman-teman pasangan

MAINTENANCE BEHAVIOR IN VARIOUS TYPES OF RELATIONSHIP
Maintenance Behavior in Romantic Relationship
Maintenance behavior yang melibatkan cinta dan kasih sayang paling banyak digunakan oleh romantic couple, misalnya openness, assurances, dan positivity. Maintenance behaviour yang dilakukan akan berbeda tergantung dari stage romantic relationship yang dilalui. Menurut Stafford dan Canary (1991) ada empat tahap romantic relationship: casually dating, seriously dating, engaged, dan married. Mereka menemukan bahwa :
1. Married dan engaged couples lebih banyak menggunakan task sharing dan assurance daripada dating couple
2. Engaged dan seriously dating menggunakan lebih banyak opennes dan positivity daripada pasangan yang married atau casually dating
3. Married couple lebih banyak menggunakan social networking
Maintenance Behavior in Friendship
Ada tiga maintenance behaviour yang penting dalam persahabatan: openness, supportiveness, dan positivity. Namun maintenance behaviour akan berbeda tergantung dari jenis persahabatannya.
• Same-sex friendship
Dalam persahabatan sesama jenis, wanita dikategorikan lebih banyak bicara, sementara pria lebih banyak beraktifitas. Wanita menerapkan sistem face to face, sementara pria condong ke side to side. Persahabatan antar wanita juga lebih dalam secara emosional dan mereka sangat men-support sahabatnya. Sebaliknya dengan pria.
• Cross-sex friendship
Pertemanan lawan jenis bisa jadi membingungkan dan ambigu, karena bisa saja sahabat kita tiba-tiba menjadi tertarik pada kita. Ada beberapa tantangan bila sahabat lawan jenis ingin tetap terpaku pada status “hanya teman” :
a. Emotional bond challenge : pada saat sahabat kita menganggap kita sebagai gebetan daripada sekedar teman biasa
b. Sexual challenge : berkaitan dengan ketertarikan secara seksual yang mungkin terjadi dalam persahabatan lawan jenis
c. Public presentation challenge : publik menyangka ada hubungan cinta/seksual dalam sebuah persahabatan lawan jenis
Ada empat tipe cross-sex relationship:
a. Strictly platonic : jika tidak ada seorang pun dalam hubungan persahabatan lawan jenis yang ingin meningkatkan hubungannya menjadi percintaan
b. Mutual romance : jika kedua orang dalam persahabatan lawan jenis ingin meningkatkan hubungannya menjadi percintaan
c. Desires-romance : ada satu pihak yang ingin pacaran, tapi pihak lain ingin berteman saja
d. Reject-platonic : ada yang ingin berteman, tapi pihak lain ingin pacaran (beda posisi aja kalau dibandingkan desire-romance)
Namun kebanyakan, persahabatan lawan jenis ingin tetap jadi teman saja (platonic). Ada enam alasan untuk itu :
1. Safeguard the relationship : mereka takut merusak persahabatan apabila putus
2. Mereka tidak tertarik dengan sahabat mereka
3. Network disapproval : takut sekelilingnya menolak hubungan mereka
4. Sudah ada orang ketiga dalam hubungan mereka (dengan kata lain, salah satu sudah punya pasangan)
5. Risk aversion : takut disakiti dalam hubungan percintaan
6. Sedang tidak ingin pacaran dengan siapapun pada saat itu
The Special Case Of Long-Distance Relationship (LDR)
Ada dua aspek khusus dalam kajian komunikasi yang dapat membuat hubungan LDR tetap memuaskan kedua belah pihak.
1. Tetap menjalin kontak melalui media-media yanng tersedia
2. Pelaku LDR menunjukkan relational behavior mereka yang terbaik jika mereka bersama-sama
Ada aspek ketiga selain aspek diatas, yaitu idealization : mereka lebih idealis dan percaya bahwa suatu saat mereka akan menikah

BARRIERS TO RELATIONAL DISSOLUTION
Internal Psychological Barriers
• Commitment : seberapa besar seseorang merasa terikat dan tetap ingin bersama dengan orang lain
• Obligation : jika salah satu pasangan merasa berhutang sesuatu pada pasangannya
• Investment : sumber daya yang sudah ‘didepositokan’ dalam hubungan dan tidak akan kembali jika hubungan berakhir
• Strong religious atau moral belief juga bisa menjadi barrier/penghalang bagi seseorang untuk berpisah, terutama pada pasangan yang sudah menikah
• Meshing of people’s self and relational identity : hubungan dianggap sebagai bagian identitas diri
• Parental obligation : kehadiran seorang anak membuat pasangan lebih memilih tetap bersama
External Structural Barriers
• Financial consideration : orang memilih tetap bersama karena kadang mereka didukung oleh pasangannya dalam hal keuangan dan tidak sanggup berdiri sendiri, apalagi bila sudah punya anak yang harus diurus
• Legal process : biasanya terjadi pada pasangan yang menikah. Proses perceraian kadang merepotkan hingga mereka memilih untuk tetap bersama
• Social pressure : jika hubungan putus, maka akan mempengaruhi lingkungan sosial mereka

THE DIALECTICAL PERSPECTIVE
Baxter’s Dialectics Theory
Ada tiga dialectic tension di sini : integration-separation, stability-change, expression-privacy. Dialektik ini memiliki manifestasi internal dan eksternal. Internal manifestation adalah tension yang dirasakan hanya oleh pasangan, sementara external manifestion dirasakan oleh pasangan berikut lingkungan sekitarnya.
• Integration-separation : orang ingin menjadi makhluk sosial, tapi juga ingin menjadi makhluk individu. Internal manifestation(IM)-nya adalah connection-autonomy, atau keinginan dekat dengan pasangan, tapi juga ingin mandiri. External manifestation (EM)-nya adalah inclusion-seclusion, atau ingin mengalokasi waktu dengan pasangan, tapi juga ingin menghabiskan waktu dengan kelompok sosial.
• Stability-change : orang ingin di posisi aman dan berkesinambungan, sementara di sisi lain ingin memburu kesenangan dan tidak selalu berkesinambungan. IM-nya : predictability-novelty (ingin sesuatu yang bisa diprediksikan, namun juga ingin sesuatu yang spontan). EM : conventionally-uniqueness (mereka berlaku secara konvensional agar diterima publik, tapi juga ingin menjadi orang yang unik)
• Expression-privacy : keinginan untuk didengar oleh publik,juga ingin menyimpan info sendirian. IM: opennes-closedness (bagaimana pasangan membagi rahasia). EM : revelation-concealment (pasangan ingin menyiarkan pada publik apa yang terjadi tapi juga ingin menyimpannya)
Cara untuk memanage tension:
• Selection
Lebih memilih salah satu dialektik
• Separation
Menempatkan tension di waktu yang tepat.
Ada dua cara untuk memanagenya :
1. Cycling alternative : bergerak dari satu dialektik ke dialektik lain dalam cycling fashion
2. Topical segmentation : menekankan salah satu dialektik dalam topik berbeda
• Neutralization
Menolak terlibat penuh dalam salah satu dialektik. Stateginya adalah :
1. Moderation : mengambil titik tengah
2. Disqualification : ambigu, jadi tidak berpihak ke dialektik manapun
• Reframing
Membingkai ulang dialektik sehingga kelihatannya keduanya berkaitan, bukan bertentangan

Rawlin’s Dialectical Tension
Rawlin mengajukan enam dialectic, dua diantaranya mirip dengan teori Bakhtir, yaitu independent-dependent yang sama dengan conncetion-autonomy dan expressive-protection yang setara dengan openness-closedness. Empat dialektik yang berbeda adalah :
1. Judgement-acceptance : menerima teman apa adanya atau mengkritik mereka
2. Affection-instrumentality : mengedepankan perasaan atau sekedar tugas instrumental
3. Public-private : ada aspek yang ditonjolkan ke publik, ada yang disimpan sendri
4. Ideal-real : keinginan untuk merubah sahabat menjadi seperti apa namun ada juga keinginan untuk meneria persahabatan apa adanya

CONFLICT IN ROMANTIC RELATIONSHIP
Disagreement adalah konflik yang paling umum dalam romantic relationship, dan pasangan yang tidak bahagia lebih banyak berkonflik. Kadang dalam konflik, sering terjadi kekerasan, misalnya mendorong, mengguncang tubuh pasangannya dengan kasar, memegangnya dengan kencang, dst

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s