COMMUNICATION, SIGN, AND MEANING

Kali ini kita akan menekankan komunikasi sebagai pembangkitan makna (the generating of meaning). Ketika saya berkomunikasi dengan anda, saya menyusun pesan ke dalam tanda untuk anda. Lantas anda berusaha memahami maksud pesan saya. Pesan – pesan itulah yang mendorong anda untuk menciptakan makna untuk diri anda sendiri yang berkaitan dengan beberapa hal dengan makna yang saya buat dalam pesan saya. Semakin banyak kita berbagi kode yang sama, semakin banyak kita menggunakan system tanda yang sama. Maka, semakin dekatlah “makna” kita berdua.
Hal inilah yang merupakan penekanan yang berbeda pada studi komunikasi. Selanjutnya kita akan mengenal istilah – istilah seperti tanda, pertandaan, ikon, indeks, denotasi dan konotasi, yang semuanya mengacu pada berbagai cara menciptakan makna. Dengan demikian model – model ini akan berbeda dengan model – model sebelumnya, karena model – model ini tidaklah linear. Model – model ini adalah model – model structural dimana setiap anak panah menunjukkan relasi di antara unsur – unsur dalam penciptaan makna.

Semiotik


Pokok perhatian dari semiotic adalah tanda. Semiotika mempunyai tiga bidang studi utama:
1. Tanda iru sendiri. Hal ini terdiri atas studi tentang berbagai tanda yang berbeda, cara tanda – tanda yang berbeda itu menyampaikan makna, dan cara tanda – tanda itu terkait dengan manusia yang menggunakannya. Tanda adalah konstruksi manusia dan hanya bisa dipahami dalam artian manusia yang menggunakannya.
2. Kode atau system yang mengorganisasikan tanda. Studi ini mencakup cara berbagai kode dikembangkan guna memenuhi kebutuhan suatu masyarakat atau budaya atau untuk mengeksploitasi saluran komunikasi yang tesedia untuk mentransmisikannya.
3. Kebudayaan tempat kode dan tanda bekerja, yang pada gilirannya bergantung pada penggunaan kode – kode dan tanda – tanda itu untuk keberadaan dan bentuknya sendiri.
Tanda dan Makna
Konsep Dasar
Semua model makna memiliki bentu yang hampir sama. Masing – masing model terdiri unsure tanda, acuan tanda, dan pengguna tanda. Tanda meruupakan sesuatu yang bersifat fisik, bisa dipersepsi oleh alat indera, mengacu pada sesuatu di luar tanda itu sendiri, dan bergantung paa pengenalan dan penggunaannya sehingga bisa disebut tanda.
Pada bab ini kita akan mengkaji dua model makna milik filsuf dan ahli logika, C.S Pierce, dan milik ahli linguistic, Ferdinand de Sausurre. Pierce (dan Ogden dan Richards) melihat tanda sebagai tiga titik dalam segitiga. Masing – masing terkait erat pada dua titik lainnya dan dapat dipahami hanya dalam artian pihak lain. Sementara itu, Saussure menyatakan bahwa tanda terdiri atas benrtuk fisik plus konsep mental yang terkait. Konsep ini merupakan pemahaman atas realitas eksternal. Tanda terkait pada realitas hanya melalui konsep orang yang menggunakannya.

Implikasi lebih lanjut
C.S. Pierce
Pierce (1931-1958) dan Odgen dan Richards (1923) menemukan model serupa tentang cara tanda ditandai. Mereka mengidentifikasi relasi segitiga antara tanda, pengguna dan realitas eksternal sebagai suatu keharusan model untuk mengkaji makna. Secara sederhana Pierce menjelaskan:
Tanda adalah sesuatu yang dikaitkan pada sesorang untuk sesuatu dalam beberapa hal atau kapasitas. Tanda menunjuk pada sesorang, yakni, menciptakan di benak orang tersebut suatu tanda yang setara, atau barangkali suatu tanda yang lebih berkembang. Tanda yang diciptakannya saya namakan interpretant dari tanda pertama. Tanda itu menunjukkan sesuatu, yakin obyeknya. (Dalam Zeman, 1977). Menurut Pierce interpretant bukanlah pengguna tanda. Ia menyebutnya sebagai “efek pertandaan yang tepat”, yaitu konsep mental yang dihasilkan baik oleh tanda maupun pengalaman pengguna terhadap obyek. Kesimpulannya, makna itu tidak tetap, meskipun bisa dirumuskan dalam kamus namun bisa beragam dalam batas – batas sesuai dengan pengalaman penggunanya. Batasan itu ditetapkan oleh konversi sosial, variasi di dalamnya menmungkinkan adanya perbedaan sosial dan psikologi diantara penggunanya.
Dalam model semitioka tidak dibuat perbedaan antara decoder dan encoder. Interpretant adalah konsep mental pengguna tanda, baik sebagai pembicara maupun pendengar, penulis atau pembaca, pelukis atau penikmat lukisan. Decoding merupakan tindakan aktif dan kreatif, begitupun juga dengan encoding.

Odgen dan Richards (1923)
Mereka berdua membuat model segitiga yang modelnay sanagt mirip denagn model milik Pierce. Istilah referent dari keduanya terkait erat dengan obyek-nya Pierce, reference dengan interpretan dan symbol dengan tanda. Dalam model ini, referent dan reference terhubung langsung, begitu juga dengan simbol dan reference. Namun tidak demikian pada simbol dengan referent. Hal ini bergeser dari model Pierce namun lebih mirip dengan model Saussure. Mereka menempatkan simbol pada posisis kunci. Simbol – simbol kita langsung dan mengorganisasikan pemikiran – pemikiran atau reference kita, dan reference kita mengorganisasikan persepsi atas realitas. Simbol dan reference dalam model ini mirip dengan penanda (signifier) dan penanda (signified) pada Saussure.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s