PLAYING WITH POWER : DOMINANCE AND INFLUENCE IN RELATIONSHIP

Defining Power and Related Terms
Kekuatan digambarkan oleh bagaimana dia memberikan efek kepada pasangannya untuk melakukan apa yang dia inginkan. Pertama, dapat dilakukan melalui kelebihan dai pasangan tersebut. Bisa dalam keuangan, sex, pekerjaan, atau waktu yang disisihkan untuk bersama. Kedua, kekuatan digunakan untuk membuat proses keputusan bersama bagaimana pasangan tersebut menyisihkan hal – hal yang penting.
Agency adalah hal yang sangat unik. Oleh karena itu, banyak orang selalu ingin merubah pasangannya agarlebih sopan dan lebih baik.
Dominance dapat dikataan oleh bagaimana salah seorang dari pasangan tersebut melakukan “one – up” messages (akan dijelaskan kemudian). Biasanya dilakukan denagn komunikasi verbal atau secara langsung.
Social influence adalah bagaimana seseorang merubah emosi, kesopanan pasangannya. Kadang social influence ini adalah hasil dari strategi komunikasi.
Power principles


1. Power as a Perception
Objective power kekuaan yang digunakan oleh orang yang lebih berkuasa seperti posisi, kekuatan, senjata, dan lain – lain.
2. Power as a Relational Concept
Kekuatan adalah konsep dari suatu hubungan. Adanya orang yang lebih empunyai power pasti disampingnya (pasangannya) mempunyai kekuatan yang lebih rendah darinya. Relative power adalah orang yang mendominasi dari kekuatan tersebut terhadap pasangan

3. Power as Resource Based
Kekuatan dalam suatu pasangan ddapat dilihat seberapa kekuatan masing – masing hubungan tersebut. Kebanyakan orang yang lebih banyak uang dan social standing lebih mempunyai kekuatan. Di dalam hubungan gay kekuatan tersebut lebih banyak dikuasai pasangan yang lebih tua dan di dalam hubungan lesbian bnyak dikuasai oleh pasangan yang mengahsilkan uang lebih banyak.
Scarcity hypothesis adalah orang yang mempunyai kekuatan lebih dapat melakukan hal sebaliknya apabila mereka menemukan seseoang dalam situasi tertentu.
Dalam hal ini, uang dan kedudukan mungkin saja dapat mempengaruhi seseorag, tapi di sebagian orang, orang yang mempunya tingkat religi yang tinggi dan mementingkan keluarga lebih mempunyai power lebih besar.
4. Power as Less Dependence and Interest
Dependence power digunakan untuk melakukan alternative pada orang. Quality of alternative digunakan untuk hubungan yang mempunyai hubungan yang lebih banyak mempunyai ketertarikan ketimbang pasangannya. Principle of least interest adalah pada saat salah satu pasangan mempunyai perasaan yang lebih besar ketimbang salah satu pasangannya tersebut. Hal ini akan menyebabkan pasangan yang mempunyai perasaan lebih itu mendapatkan kerugian karena pasangannya secara tak sengaja mempunyai yang lebih besar.
5. Power as Enabling or Disabling
Dalam penelitian disebutkan bahwa laki – laki yang mempunyai kekuatan yang lebih besar mempunyai problem yang lebih besar dalah hubungan percintaan. Lelaki maupun wanita yang mempunyai kekuatan yang lebih besar pula lebih tidak membutuhkan teman dekat.

Chilling effect adalah kegiatan yang dilakukan pasangan yang tidak mempunyai kekuatan dalam hubungannya. Pertama, biasanya dilakukan oleh hubungan yang tidak berkomitmen. Kedua, pasangan yang takut kehilangan hubungan tersebut akan merespon problem hubungannya dengan mengalah dan memperbaiki kesalahannya. Ketiga, dengan tidak merespon apa yang pasangan inginkan.
Demand – withdrawal pattern terjadi apabila salah satu orang menjadi mempunyai perasaan bersalah terhadap pasangannya.
6. Power as a Prerogative
Power as a prerogative dapat memanage komunikai verbal sekaligus komunikasi non verbal. Orang yang lebih berkuasa bisa membuat percakapan, mengganti topic percakapan, menyanggah sesuatu yang tidak mereka sukai.

Interpersonal Influence Goals
Making Lifestyle Changes
Dalam suatu hubungan, tidak hanya di hubungan percintaan, tapi juga dapat di hubungan pertemanan, keluarga dan sebagainya. Mengajak orang tersebut untuk mengikuti cara berpakaian dia, memberitahu mana yang baik dan mana yang buruk, dan masih banyak lagi.
Gaining Assistance
Dalam berhubungan, kita dapat mempunyai teman untuk membantu dalam melakukan slah satu pekerjaan kita.
Sharing Activities
Hubungan yang baik adalah bagaimana kita membagi waktu dan jangkauan terhadap pasangan. Dengan meluangkan waktu bersama, bermain bersama.
Changing Political Attitudes
Mengajak orang terdekat untuk mengikuti standart politik mereka. Karena setiap orag mempunyai standart politik dan idealisme politik yang berbeda – beda.

Giving Health Advice
Dengan melakukan hubungan yang intim tidak saja hubungan percintaan kita dapat membantu patner kita dalam menyelesaikan permasalahan kesehatannya. Kita dapat mengingatkan minum vitamin sebagai missal kepada pasangan kita.
Changing Relationship
Menggunakan kata – kata “kita hanya seorang teman” kepada teman dekat agar tidak menjadi hubungan yang serius. Hal ini dikarenakan karena salah satu pasangan mempunyai traumatis yang berlebihan terhadap suatu hubungan. Dia pernah melihat teman pacarnya beselingkuh dan dia bingung untuk mengatakan kepada temannya tersebut mungkin saja.

Verbal Power Ploys
Verbal Influence Strategies
Direct request ( request atau asking) adalah strategi yang paling baik digunakan dalam suatu hubungan. Karena didalamnya terdapat respect terhadap sesama dan kedekatan. Dengan adanya direct request ini timbulnya suatu masalah sangat kecil karena semua hal dibicarakan secara baik – baik.
Bargaining adalah orang tersebut akan setuju denagn apa yang mereka minta namun pasangan tersebut harus melakukan apa yang dia minta terlebih dahulu. Bargaining ini juga dapat disebut dengan janji.
Aversive stimulation atau biasa disebut negative affect strategy karena dalam menyelesaikan masalah dalam hubungan pasangan tersebut melakukan hal yang bersifat kekanak – kanakan, seperti menagis, pura – pura marah, dan sebagainya.
Ingratiation atau positive affect (kebalikan dari aversive stimulation) adalah menyelesaikan masalah dengan memberikan sesuatu kepada pasangan agar pasangan tersebut mau menerima apa yang dia mau (banyakdilakukan apabila ingin meminta maaf). Hal ini bukanlah manipulasi tapi lebih kepada kejujuran seseorang dan sesuatu yang diberikan tersebut hnya merupakan pelengkap saja.

Hinting atau indirect request adalah cara secara tidak langsung untuk meminta sesuatu kepda pasangan kita Bisa jdi hal ini merupakan yang sangat sopan, tapi apabila pasangan kita tidak tahu mengenai hal yang kita ingnkan melalui hinting ini, maka semua rencana akan gagal.
Moral Appeals dibagi menjadi dua  positif altercasting dan negative altercasting. Kita dapat mengunakan positif altercasting apabila orang yang berlawana mempunyai moral yang baik, sedngkan kita dapat menggunakan negative altercasting apabila orang tersebut mempunyai reputasi atau pendidikan yang kurang.
Manipulation adalah membuat pasangan merasa bersalah, cemburu agar pasangan tersebut mngerti apa yang dia mau. Hal ini seperti membalas perlakuan pasangan kita.
Withdrawal adalah cara dengan cara mengacuhkan pasangan kita karena pasangan kita tidak mengerti apa yang mereka inginkan. Strategi ini tidak semuanya dapat berjalan lancarmalah dapat juga tidak berhasil. Dan hal terjeleklnya adalah pasangan kita malah mengacuhkan dan menjauh dari kita.
Deception adalah berbohong kepada pasangan dengan membuat janji – janji palsu.
Distributive communication bisa disebut juga bullying adalah menyakiti diri agar pasangan kita menyetuui apa yang kita inginkan.
Threats adalah berpura – pura melakukan hal yang “bodoh” atau sesutau yang berbahaya agar apa yang kita inginkan tercapai.

Relational Control Moves :
One-ups and one-down
One-ups message adalah suatu pesan yang diberikan dan mengontrol kepada seseorang.
One-down message adalah menerima pesan yang diberikan oleh one-ups message.
One across message adalah pesan netrl yang tidak memberikan statement. Bisa jadi menerina atau menolak pesan tersebut.
Dengan melihat hal diatas, kita dapat mengetahui adanya beberapa percakapan yang natural dalam suatu hubungan. Ini sering disebut transact.
• Complementary  dalam suatu percakapan cenderung hanya satu orang yang menggunakan one-up message atau one-down message.
• Symmetrical  pada saat suatu pasangan menggunakan control moves (one-up message dan one-down message) secara bersamaan
 Competitive symmetry  dalam percakapan menggunakan one-up seluruhnya
 Submissive symmetry  dalam percakapan menggunakan one-dowm seluruhnya

• Neutral symmetry  dalam suatu percakapan menggunakan one-across saja
• Transition  kombinasi percakapan yang digunakan dari one across terhadap one-up dan one-down

Powerful and Powerless Speech
Dalam suatu hubungan terdapat salah satu pasangan yang mendominasi pembicaraan. Kadang laki – laki yang lebih mendominasi tetapi tidak menutup kemungkinan perempuan juga dapat mendominsai suatu percakapan dalam berhunbungan. Laki – laki sering menggunakan komunikasi langsung sedangkan wanita lebih sering menggunakan komunikasi tidak langung.
Seperti yang sudah disinggung diatas, wanita juga dapat lebih berkuasa dalamvisual z suatu hubungan apabila suatu hubungan itu membicarakan traditional females topic seperti, megurus anak dan memasak. Sedangkan lagi juga dapat berkuasa apabila dalam hubungan tersebut membicarakan traditional male topics seperti otomotif dan sebagainya.

Nonverbal Positions of Power
Physical Appearance
Disebut juga dengan tampilan orang. Formal, fashionable, baju mahal dapat dilihat dari physical appearancenya. Tidak hanya itum, seragam juga dapat terlihat apakah orang tersebut mempunyai power yang lebih atau tidak. Tidak hanya terlihat mealui penampilan luarnya saja tetapidalam kedudukan atau jabatan orang tersebut.
Spatial Behavior
Kekuasri jaeak dan kedekataan dilihat dari jarak seseorang terhadap orang lain.
Eye Behavior
Visual centrality  orang yang mepunyai kedudukan yang lebih tinggi atau lebh powerfull lebih dilihat oleh orang
Body Movements
Gerak badan juga dapat dilihat dari status social dominantnya. Seperti tangan yang diletakkan di pinggang. Sebaliknya orang yang mempunyai status social rendah lebih menampakkan ketakukan dan kesedihan.
Touch
Sentuhan dapat mengontrol suatu interaksi. Dalam casual dater (hubungan yang biasa – biasa) laki – laki lebih banyak melakukan sentuhan kepada pasangnnya karena norma – norma social yang berlaku. Sedangkan didalah hubungan pernikahan, wania yang lebh banyk melakukan sentuhan kepada laki – laki atau lawan jenisnya.
The Voice
Meskipun konten dari suara dalah sebagaian dari komunikai langsung, tapi dibahasan ini membicarakan tentang intonasi dari suara tersebut (komuniki tidak langsung). Komunikasi ini dapat disebut vocalics atau paralinguistics.
Kelas yang lebih tinggi mempunyai intonai suara yang lebih keras dan lantang, artikulsi kuat (dominant), dan lebih ekspresif. Sedangkan kelas yang lebih rendah dalam suatu hubungan dapat dikatakan sebaliknya.

Time
Waktu sangat mempengaruhi perilaku suatu hubungan bagaimana pasangan tersebut powerfull atau dominant terhadap pasangan lainnya.
Artifacts
Adalah symbol yang diberikan atau dipunyai seseorang dapat terlihat dari status orang tersebut.

Coping With Conflict
When Relational Partner Disagree
Conflict in Relationship
Suatu konflik dapat terjai bagaimana hubungan terebut dekat atau tidak dan setiap konflik terjadi berbeda – beda konteks tergantung dengan kedekatan suatu hubungan tersebut. Family relationship (anak, bapak, ibu) mempunyai tingkat yang lebih tingi untuk melakukan konflik karena kedekatan mereka karena konflik lebih banyak ditemukan di hubungan yang berkomiten dan independent. Didalam bab ini dikatakan bahwa konflik meruapakan hal yang biasa dalam suatu hubungan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s