MESSAGE AND CONVERSATION

The Conversation Proces
• Opening adalah salah satu tahap untuk membuka suatu percakapan. Pembukaan disini menggabungkan antara dua orang atau lebih untuk menghasilkan suatu interaksi. Dalam pembukaan dapat terjadi melalui komunikais verbal, maupun komunikais non verbal.
• Feedforward adalah memberikan ide untuk memulai suatu focus dari percakapan
• Business adalah hal yang paling utama dalam suatu percakapan. Percakapan dapat berhasil atau mendapatkan timbal balik tergantung tergantung di tahap ini.
• Feedback Di tahap ini dimana kita memberikan umpan balik bahwa kita peduli terhadap suatu pembicaraan orang tersebut yang memberikan informasi.
• Closing adalah penutup dari suatu conversation

Conversation management
Initianing conversation


• Self – references adalah cara memberikan suatu informasi terhadap diri sendiri.
• Other – references adalah menanyakan suatu pertanyaan yang akan dijawab oleh orag lain atau berkata sesuatu tentag orang lain.
• Relational references adalah memberikan suatu penyataan atau pertanyaan tentang kamu dan aku.
• Context references adalah BINGUNG

Cara lain untuk memulai suatu percakapan adalah dengan cara Opening line
• Cute – flippan openers : memulai suatu percakapan dengan kata – kata humor, kalimat tak langsung, dan ambigu. Dengan cute – flippan, komunikasi akan lebih terbuka karena lebih telihat informal dan sntai dalam memulai percakapan.
• Innocuous openers : memulai percakapan tidak dengan humor tetapi langsung dengan memulai percapakapan yang lebih ambigu dan basa – basi.
• Direct openers : dalam memulai suatu percakapan ini, seseorang memulainya tanpa basa – basi dan langsung mengarah kearah pembicaran.

Maintaining conversation
The principle of coorperation

• The maxim of quantity adalah suatu percakapan yang dikatakan tidak boleh terlalu banyk dan dilebih – lebihkan.
• The maxim of quality adalah dalam melakukan suatu percakapan diharapkan harus berkata denagn jujur dan jangan menyampaiakan suatu yang salah
• The maxim of relation adalah dalam pembicarakan suatu percakapan harus masuk akal dan relevan. Agar conversation menjadi awet
• The maxim of manner adalah suatu prcakapan harus diberikan secara lugas, jelas, tidak ambigu agar orang yang mendengarkan percakapan kita mngerti apa yang kita ucapkan.

The principle of dialogue adalah kecenderungan kita pada saat berkomunikasi dengan orang lain. Kadang kita memberikan pernyataa langsung secara negative dan kadang pula dengan cara yang negative.
Monologue adalah bentuk komunikasi yang tidak ada interkasi nyata diantara komunikator dan komunikan. Sedangkan dialogue adalah bentuk komunikasi yang terjadi karena sudah ada keerkaitan antara komunikator dan komunikan.Adanya interkasi dua arah.

The principle of turn taking
1. speaker cues
• turn – maintaining cues adalah sinyal – sinyal pada saat pendengar ingin berbicara
• turn – yielding cues adalah memberikan suatu tanda bahwa kita sudah selesai dengan percakapan dan berharap pembicar yang lain memulai suatu pembicaraan
2. Listener cues
• Turn – requesting adalah dimana pendengar ingin berbicara dengan memberikan suatu tanda kepada pembicara.
• Back – channeling cues adalah tanda – tanda yang ditunjukkan pendengar kepada pembicara bahwa pembicara mendengarkan dan akan memberikan respon kepada pembicara.

Conversation problems : prevention and repair
Preventing conversational problems : the disclaimer
Adalah suatu statement yang bertujuan agar pesan tersebut dapat dipahami tapi tidak menimbulan kesan negative terhadap orang yang memberi statement tersebut.
• Hedging adalah akan membantu anda untuk terpisah dari pesan yang anda berikan meskipun pendengar akan menolak pesan tersebut tetapi pendengar tidak akan menolak anda.
• Credentialing membantu pembicara untuk memberikan kualifikasi special dalam memberikan informasi kepada orang lain agar tidak sepenuhnya disalahkan.
• Sin licences adalah menanyakan kepada pendengar bahwa pembicara akan menyimpang suatu topic dari pembicaraan tersebut.
• Cognitive disclaimers membantu pembicara untuk membuat alasan selogic mungkin terhadap pendengar.
• Appeals for the suspension of judgement memberikan informasi kepada pendenagr bahwa pembicara akan memberikan informasi dan pembicara meminta untuk tidak memberikan tuduhan sebelum nformasi tersebut selesai.

Some motives for excuse making
• I didn’t to do it adalah menolak suatu informasi yang diberitakan. I didn’t to do it merupakan excuses yang sangat jelek karena I didn’t to do it merupakan permintaan yang tidak jujur kepada orang lain.
• I wasn’t so bad adalah memberikan statement yang tidak terlalu melebih lebihkan padahal mungkin saja hal itu sangat fatal.
• Yes, but adalah memberikan suatu informasi kepada orang tapi dengan informasi yang berbeda. Tidak secara langsung diberikan.

Good and bad excuses
good excuses adalah menghindar dari pihak lain, sedangkan bad excuses lebih menyalahkan pihak lain padahal sebenarnya kesalahan ada pada kita. 5 element yang terkandung dalam excuse yang baik :
• Pembicara paham bahwa dia sangat mengerti akan kesalahan tersebut dan orang lain akan merasa diakui terhadap pembicara.
• Menyadari tanggung jawabmu terhadap kesalahan tersebut.
• Menyadari bahwa ada perasaan menyesal terhadap perlakuan tersebut.
• Meminta maaf atas apa yang dilakukan. Sebaiknya denagn cara yang explicit
• Menegaskan bahwa kejadian itu tiak akan terulang lagi.

Gossip and the grapevine
Gossip adalah pembicaraan social yang melibatkan mngevaluasian terhdap orang lain yang orang tersebut tidak ada di depan kita.
The grapevine adalah tidak jauh beda dengan pengertin gossip, tapi di grapevive tersebut lebih difokuskan pada suatu organisasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s