Makna Kemerdekaan

1. Makna kemerdekaan tidaklah hanya bersifat individual tetapi merupakan cerminan kondisi bangsa yang terdiri dari berbagai komponen. Bila kita hanya memikirkan diri sendiri, niscaya bagi mereka yang mapan dan memiliki kekuasaan dan akses yang luas…sungguh hidupnya sangat amat merdeka. Tetapi bagi mereka yang nasibnya tergantung pada orang lain, perasaan terjajah itu justru semakin dalam apabila orang-orang yang memiliki pengaruh dalam hajat hidup orang banyak tidak mampu, pengecut, atau bahkan tidak paham bagaimana mengelola sumber-sumber kehidupan orang banyak secara adil.


2. Makna kemerdekaan adalah awal terwujudnya mimpi membangun bersama NKRI untuk kesejahteraan rakyat. Menjaga keamanan seluruh warga dalam lindungan sistem hukum yang adil dan kokoh. Bukan personifikasi kekuasaan individual ke dalam sistem seperti terjadi di wilayah Yudikatif dan eksekutif, atau rancangan sikut-menyikut di legislatif. Diperlukan keinsyafan massal tentang pentingnya kesadaran bersama dalam mengelola seluruh potensi bangsa.
3. Makna kemerdekaan dalam kerangka demokrasi masih bisa menerima segala hiruk pikuk persaingan para elit untuk menjadi pengelola negara, namun semua itu dalam kepatuhan terhadap aturan main. Yang lebih penting lagi adalah keseriusan serta keberanian dalam menempuh jalan pembangunan yang akan berdampak luas dan positif bagi bangsa Indonesia. Segala perdebatan harus bisa dilaksanakan dalam semangat persatuan dan pada saatnya harus berhenti, para pihak harus mengerti dan mampu menerima secara legowo. Meskipun dendam dan sakit hati itu adalah sifat manusiawi, namun bila kebenaran sedang membimbing Indonesia Raya, kita patut mendukungnya. Sebaliknya bila kegelapan sedang berkuasa kita juga wajib menempuh langkah nyata untuk meneranginya.
4. Makna kemerdakaan buatku adalah kebebasan. Bukan saja bebas dari penindasan dan penjajahan bangsa lain. Tetapi juga bebas dalam berkarya, berprestasi, dan menentukan pilihan. Misalnya, kita sebagai siswa berhak untuk menentukan dan memilih sekolah sesuai dengan keinginan kita, walau pun pemerintah telah menawarkan banyak pilihan sekolah dari yang paling murah sampai yang paling mahal, dari yang kualitasnya biasa-biasa saja sampai yang berkualitas internasional. Sebagai siswa, kita juga diberi kebebasan untuk berprestasi sesuai dengan bakat dan kemampuan kita. Dengan cara inilah kita meneruskan perjuangan para pahlawan kita dan mengisi kemerdekaan.

5. Makna kemerdekaan bagiku adalah kesempatan untuk membangun bangsa menjadi lebih maju. Sebagai siswa, hal yang aku lakukan adalah belajar dengan giat sehingga aku dapat menyumbangkan ilmu yang kuperoleh di bangku sekolah untuk kemajuan bangsaku.
6. Mengenai makna kemerdekaan, Soekarno secara tegas menjelaskan demikian, “Saudara-saudara, apakah yang dinamakan merdeka? Di dalam tahun ’33 saya telah menulis risalah yang bernama ‘Mencapai Indonesia merdeka’. Maka didalam risalah tahun’33 itu, telah saya katakan, bahwa kemerdekaan, polietieke onafhankelijkheid, political independence, tak lain tak bukan, ialah satu jembatan, satu jembatan emas. Saya katakan didalam kitab itu, bahwa diseberangnya jembatan itulah kita sempurnakan kita punya masyarakat.” Soekarno menjelaskan bahwa Indonesia harus siap merdeka. Indonesia tidak perlu menunggu segalanya menjadi baik, baru memberanikan diri untuk merdeka, lepas dari penjajah. Menurut Soekarno, mengutip perkataan Armstrong, Ibn Saud mendirikan Saudi Arabia Merdeka hanya satu malam. Sebanyak 80 persen rakyatnya pada waktu itu masih nomad, bahkan mereka tidak tahu bahwa mobil harus menggunakan bensin, sehingga rakyatnya pernah memberikan gandum pada mobil Ibn Saud. Setelah proklamasi kemerdekaan barulah Ibn Saud membangun rakyatnya. Jadi kemerdekaan adalah jembatan emas. Di dalam Indonesia merdeka itulah baru kita memerdekakan rakyat kita (lihat pidato lahirnya Pancasila 1 Juni 1945)
7. Dalam dunia pendidikan, mestinya kemerdekaan dimaknai dengan sebuah kerja keras. Bukan hanya euphoria atas dilahirkannya sebuah prestasi, atau koreksi berlebih atas timpangnya sebuah sistem, tetapi keinginan luhur untuk membangun manusia Indonesia berwatak dan berkepribadian Indonesia adalah konsekuensi kemerdekaan yang harus dipikul oleh semua orang, khususnya pendidik.
8. Makna Kemerdekaan pada masa era Soekarno adalah ‘kebebasan dari penjajahan asing dan dengan segala macam cara menghilangkan pengaruh budaya asing dan mencoba untuk berdiri diatas kaki sendiri’. Dengan pengertian seperti ini Soekarno terjebak dalam rangkulan Komunis yang mengartikan budaya asing itu adalah budaya pengaruh kapitalisme Amerika, tanpa melihat bahwa Komunis itu sendiri adalah budaya asing. Dengan cepat kesulitan ekonomi merasuki bangsa dan tragedi ‘goro-goro’ tahun 1965 terjadi dengan akhirnya terjadi pergantian pemerintahan dengan era Soeharto.
9. Makna Kemerdekaan bagi era Soeharto adalah ‘pertumbuhan ekonomi’ dengan segala harga yang harus dibayar, dengan pertumbuhan ekonomi diharapkan akan terjadi kesejahteraan rakyat yang lebih baik. Sebetulnya cita-cita ini adalah sangat mulia apabila pertumbuhan ekonomi yang ada disertai dengan pemerataan kesempatan maupun kekayaan negara bagi kepentingan seluruh rakyat tanpa pilih-pilih. Sayangnya yang terjadi tidak demikian.

Source :
1. http://intelindonesia.blogspot.com/2007/08/makna-kemerdekaan-indonesia-raya.html
2. http://tpj.bpkpenabur.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=102&Itemid=27
3. http://www.purbalinggakab.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=856&Itemid=161〈=
4. http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1998/05/21/0036.html

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s